H Hasbullah SH Prihatin Distribusi Pupuk Masih Belum Merata

oleh -195 views

Wakil Ketua DPRD Kalsel H Hasbullah mengaku prihatin dengan masih adanya pendistribusian pupuk ke petani yang belum sepenuhnya merata di beberapa daerah di Kalsel, salah satunya di Kabupaten Banjar.

“Dalam waktu dekat kita akan memanggil instansi terkait untuk menjelaskan secara detail mekanisme pendistribusian pupuk ke para petani,” katanya Kamis (2/8).

Politisi PPP ini mengatakan, dirinya memang sering mendengar bahwa pendistribusian pupuk terus dilakukan dan dianggap mencukupi. Tapi disisi lain masih adanya keluhan pupuk tak merata ke petani. “Jika kondisi tersebut dibiarkan tentu saja akan menjadi salah satu penghambat peningkatan produksi beras,” ujarnya.

Menurut Hasbullah yang kembali maju menjadi bacaleg Dapil II yang meliputi Kabupaten Banjar berharap, pengawasan distribusi pupuk harus benar-benar dikontrol dengan benar. Mekanisme pengawasannya juga harus benar. “Siapa yang terlibat dalam pengawasan pendistribusian pupuk harus jelas. Misalnya, ada satgas pangan silakan mereka melakukan fungsinya agar supaya bisa terpantau,” paparnya.

Sekretaris PPP Kalsel ini mengungkapkan, sektor pertanian di Kalsel harus diotimalkan lebih intensif. Hal ini untuk memacu perekonomian di Kalsel. Sebab era tambang sudah mau selesai. Untuk itu pertanian menjadi solusi jangka panjang. “Tambang habis dikeruk hasil alamnya habis begitu saja. Pertanian, perkebunan akan kontinyu terus menerus menghasilkan,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Hasbulah mengoptimalkan pertanian bisa melalui kelompok tani gapoktan, untuk itu pemerintah harus lebih banyak mengarahkan program-program ke sektor pertanian. Hal ini dilakukan dalam rangka pemberdayaan.

“Kami mendorong agar pemerintah lebih banyak membantu peralatan pertanian, karena sekarang ini sistem pertanian mekanik tidak seperti dahulu konvensional. Sehingga bantuan alat hand traktor, dll sangat dibutuhkan petani,” katanya.

Dengan makin banyaknya bantuan alat pertanian, kata Hasbullah, akan menggairahkan para petani menggarap sawah. Mislanya, satu kabupaten cuma dapat 20 alat pertanian, kedepan harus ditambah lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.