Home Berita D&H Partner Menunggu Tindak Lanjut Polda Kalsel Terkait Surat Laporan Profesionalisme Penyidik Polres Tala yang Menangani Dugaan Pencabulan Karyawan Koperasi PT Darma Henwa

D&H Partner Menunggu Tindak Lanjut Polda Kalsel Terkait Surat Laporan Profesionalisme Penyidik Polres Tala yang Menangani Dugaan Pencabulan Karyawan Koperasi PT Darma Henwa

6 min read
0
0
42

Tim kuasa hukum Darul Huda Mustaqim and Partner  yang menangani dugaan kasus pencabulan atas nama Haryadi (48) warga Perumahan  Citra Graha RT 01 Desa Asam-asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Kalsel. Hingga Rabu (1/8/2018) masih menunggu hasil konfirmasi dari Polda Kalsel untuk menindak lanjuti surat laporan tentang profesionalisme penyidik di Polres Pelaihari dalam penegakan hukum.  

“Kami dari kuasa hukum Haryadi masih menunggu tindak lanjut surat laporan kami, tertanggal 25 Juni 2018 yang sudah diterima Polda Kalsel,” kata Rizaldi Nazarudin dari D&H Partner, Rabu (1/8).

Seperti diketahui, Haryadi (48) warga Perumahan  Citra Graha RT 01 Desa Asam-asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Kalsel. Yang sudah menjalani penahanan lebih dari dua puluh hari di Polres Tala, sejak tanggal 26 April hingga 3 Juli 2018, karena diduga melakukan perbuatan pencabulan dengan cara mencium pipi kanan dan kiri – sesuai isi BAP yang sudah diteken, terhadap BA (19) karyawati Koperasi ACP Jaya Bersama PT Darma Henwa. Yang merupakan anak buah Hariyadi tersangka. Dimana kejadiannya sendiri terjadi Minggu 4 Maret 2018, di Ruko Asam-asam Jalan Km  121 Desa Asam-asam Jorong Tanah Laut.

Surat perintah penahanan terhadap tersangka Haryadi (48), alamat Perumahan Citra Graha  RT 01 Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong  Tanah Laut,  tanggal 26 April 2018 Reskrim Tanah Laut. Berdasarkan bukti yang cukup diduga telah melakukan tindak pidana perbuatan asusila (cabul) pasal 289 KUHP. Ditahan di rumah tahanan Polres Tanah Laut 20 hari dari 26 April sampai 15 Mei 2018.

 

Diduga Lakukan Pencabulan

Sementara,  Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Agus Rusdi Sukandar mengatakan, bahwa pasal yang disangkakan kepada pelaku Hariyadi adalah Pasal 289 KUHP, tentang perbuatan cabul yang diduga dilakukan Hariyadi.

“DImana kasus ini sudah tahap I berkas perkara sudah dikirim ke JPU sedang proses penyidikan,” ujarnya.

Kata Agus, hal ini berdasarkan fakta peristiwa pelaku, dimana upaya ancaman kekerasan diduga dilakukan Hariyadi yakni, perbuatan-perbuatan cabul. Pelaku melakukan tindakan memaksa mencium bibir dan memeluk secara paksa  korban. “Sebenarnya ada 3 orang korban yang semuanya adalah karyawan dari Hariyadi yang menduduki jabatan Pimpinan Koperasi. Tiga karyawati diberhentikan secara sepihak, karena diduga tidak melayani perbuatan cabul pelaku,” katanya.

Menurut Agus, sesuai bunyi Pasal 21 ayat (1) KUHP, bahwa kewenangan penahanan tersangka Hariyadi  dalam proses penyidikan adalah kewenangan penyidik Polri, meski belum P-21. Hal ini dengan alasan dikuatirkan tersangka akan mengulangi perbuatan, menghilangkan Barang Bukti, dan melarikan diri.

Juga pada Pasal 21 ayat (4) pidana yang diancam pidana 5 tahun lebih dan pasal melakukan ancaman dengan Pasal 289 KUHP. “Jadi alasan tersangka untuk ditahan karena itu sesuai Pasal 21 ayat (1) KUHP,” katanya.

Mengapa dalam BAP, tersangka Hariyadi disebutkan hanya melakukan cipika-cipiki tapi dimasukan ke pasal pencabulan? Kata Agus, pihaknya berdasar pada fakta- fakta perbuatan, jadi sangat berbeda dengan asumsi atau opini. |Dimana proses penyidikan perkara pencabulan Pasal 289 KUHP, kami berpedoman aturan hukum yang berlaku secara profesional dan proporsional,” katanya.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tala, Adia SH, ketika dikonformasi, mengatakan bahwa kasus dugaan pencabulan hingga kini belum P-21 atau belum sempurna. “Kasus dugaan pencabulan belum P-21,” katanya singkat.

Secara terpisah, Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Edy Suwandono berjanji akan mempelajari persoalan ini untuk seger menindak lanjuti surat laporan yang disampaikan kuasa hukum Hariyadi. “Saya akan pelajari surat laporan dari kuasa hukum dari DHM and partner soal penanganan kasus dugaan pencabulan yang ditangani Polres Tanah Laut,” katanya ketika dikonfirmasi, beberapa saat lalu.

Kata Edy, pihaknya tentu akan segera melakukan penyelidikan dan gelar perkara jika memang ada dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota terkait penanganan pemeriksaan dugaan pencabulan yang dilakukan Haryadi. “Kami pelajari dulu kasusnya seperti apa, mudah-mudahan jika memang ada disposisi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini kita langsung tangani,” katanya.

Bahkan Edy berkesempatan meminta data-data dari surat laporan dari kuasa hukum yang sudah ditujukan ke Polda Kalsel tanggal (25/6) terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Haryadi terhadap korban BA.

 

rel/ang

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Satui Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

Bertempat di Pasar Sudan Raya telah dilaksanakan kegiatan Operasi Yustisi Protokol Kesehat…