Home Berita Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kalsel Kawal Kasus Penganiayaan Penjaga Makam Datu Samad

Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kalsel Kawal Kasus Penganiayaan Penjaga Makam Datu Samad

4 min read
0
0
100

Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kalsel Winardi Setiono berharap, oknum Kabag Humas Pemkab Batola Hery Sasmita yang melakukan penganiayaan Zainuri Bey penjaga kubah Syekh Abdusshamad (Datu Samad) di Batola kasusnya dikawal sehingga ada kejelasan.

“Kami minta kasus penganiayaan yang dilakukan oknum pejabat di Humas Pemkab Batola terhadap Zainury Bey dikawal mulai Polres, Kajati dan Pemkab Batola. Jika memang ditemukan bukti pelanggaran dan kesalahan harus diproses sesuai aturan dan perundangan yang berlaku,” katanya Senin (23/7).

Menurut Winardi, oknum Humas Pemkab Batola yang notabene seorang pejabat negara dan seorang PNS dituntut patuh dan taat terhadap peraturan perundang-udangan yang berlaku baik menyangkut bidang kepegawaian maupun bidang lainnya. Sehingga kehidupan PNS akan menjadi sorotan dalam bermasyarakat. Untuk itu seorang PNS harus bisa menjadi contoh/suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Yang jadi masalah oknum tersebut melakukan penganiayaan terhadap masyarakat, tindakan ini harus diusut tuntas. Karena kasus ini akan disidangkan hingga ke pengadilan, untuk itu harus terus dikawal,” paparnya.

Sementara pakar hukum Yusril Ihza Mahendra melalui kantor pengacaranya Ihza & Ihza Law Firm bersedia menjadi kuasa hukum H Zainuri Bey. Juga menyatakan kesediaanya menjadi kuasa hukum mengawal kasus penganianiyaan yang dilakukan oknum Humas Pemkab Batola Hery Sasmita.

Kesediaan Yusril Ihza Mahendra itu disampaikan menanggapi permintaan sejumlah ulama keturunan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau yang dikenal Datu Kalampayan. Syekh Albanjari adalah ulama asal Kalsel yang namanya mendunia sejak dua abad yang lalu. Makamnya dijadikan tempat ziarah kaum muslimin dari berbagai belahan bumi.
“Insya Allah saya bersedia. Kami akan siapkan lawyer untuk mendampingi beliau,” kata Yusril Ihza Mahendra di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Kata Yusril, kasus penganiayaan terhadap H Zainuri Bey yang dilakukan Hery Sasmita sebenarnya pidana biasa. Namun, kata dia, karena dilakukan oleh oknum pejabat dan kasusnya terkesan diabaikan oleh polisi, meski sudah dilaporkan, maka menjadi perhatian masyarakat luas.

“Apalagi yang dianiaya ini ulama, zuriat ulama besar, polisi harusnya tanggap. Jangan sampai terjadi perlakuan berbeda kalau pelakunya adalah pejabat. Siapapun yang bersalah harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku,” katanya.

Sementara Kapolres Batola AKBP Mugi Sekar Jaya ketika dihubungi terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap penjaga makam Datu Samad, Zainuri Bey berjanji akan melakukan penyelidikan. “Kita lihat yang pasti kami akan melakukan proses hukum jika memang ada pelanggaran yang dilakukan. Saat ini proses hukum dilakukan untuk melakukan penyidikan dugaan penganiayaan itu,” katanya.

rel/hms

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Anggota Polda Kalsel Bangun Mess Selayar “Sapo to Ha’le” di Banjarmasin

Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Bripka Putra Andika Pratama SH MM …