Home Berita ‘Cipika-cipiki’ Dengan Karyawan, Bos Koperasi PT Darma Henwa Masuk Bui   

‘Cipika-cipiki’ Dengan Karyawan, Bos Koperasi PT Darma Henwa Masuk Bui   

8 min read
0
0
60

Haryadi (48) warga Perumahan  Citra Graha RT 01 Desa Asam-asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Kalsel. Yang sudah menjalani penahanan lebih dari dua puluh hari di Polres Tala, sejak tanggal 26 April hingga 3 Juli 2018, karena diduga melakukan perbuatan pencabulan dengan cara mencium pipi kanan dan kiri – sesuai isi BAP yang sudah diteken, terhadap BA (19) karyawati Koperasi ACP Jaya Bersama PT Darma Henwa. Yang merupakan anak buah Hariyadi tersangka. Dimana kejadiannya sendiri terjadi Minggu 4 Maret 2018, di Ruko Asam-asam Jalan Km 121 Desa Asam-asam Jorong Tanah Laut.

Haryadi melalui kuasa hukumnya Krisna Dewa melaporkan tindakan oknum tiga penyidik Polres Tanah Laut  yakni, AKP Agus Rusdi Sukandar, IPTU Nursamdinah dan Bripka Sugiono yang dinilai melakukan kriminalisasi. Alasannya, tersangka tak merasa melakukan tindakan pencabulan yang dikuatkan dengan isi dari BAP yang telah dibuat dan ditanda tangani tanggal 21 Mei 2018.

“Selain merasa tak melakukan perbuatan pencabulan seperti yang disangkakan, klien kami juga melakukan damai dengan keluarga BA. Melalui mediasi salah satu penyidik Bripka Sugiono. Dengan kesepakatan menyerahkan uang Rp20 juta, sesuai arahan Iptu Nursamdinah,” kata Dewa, Selasa (3/7) saat jumpa pers dengan wartawan.

Kata Dewa, setelah dirinya menanyakan langsung kepada orang tua korban BA, ihwal perdamaian. Ternyata pihak keluarga belum menerima uang perdamaian dari tersangka Hariadi. Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan diatas materai tanggal 16 Mei 2018. Yang ditandatangani orang tua BA diatas materai.

Hal lain yang dinilai janggal oleh kuasa hukum tersangka, yakni soal surat perintah penahanan tanggal 25 April 2018 dibuat pada hari yang sama dengan laporan yang dibuat pelapor. Juga pasal yang diterapkan kepada tersangka yakni Pasal 289 KUHP juga dinilai tak sesuai dan terkesan dipaksakan oleh penyidik. Mengingat unsur-unsur dalam pasal tersebut tidak cukup untuk dijadikan bahan dakwaan.

“Karena mencium pipi itu baru pertama kali dilakukan oleh BA yang kemudian, dibalas oleh tersangka Hariyadi dengan mencium pipi kiri dan kanan sebagai salam perpisahan.Dimana BA sendiri sudah berusia 19 tahun dan belum memiliki suami. Seharusnya penerapan kata cabul tersebut adealah untuk daerah kemaluan atau payudara atau organ intim lainnya.,” katanya.

Menurut Dewa, dari serangkaian kronologisnya sampai saat ini belum ada kejelasan status tersangka, apakah sudah dilimpahkan ke Kejaksaan atau belum.  Hal ini membuat pihak keluarga  tersangka merasa dirugikan dengan adanya proses yang berlarut-larut tanpa kejelasan. “Kami menilai penyidik di Polres Tanah Laut tidak professional dan proposional dalam menjalankan kewenangannya menangani perkara klien kami,” paparnya.

Surat perintah penahanan terhadap tersangka Haryadi (48), alamat Perumahan Citra Graha  RT 01 Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong  Tanah Laut,  tanggal 26 April 2018 Reskrim Tanah Laut. Berdasarkan bukti yang cukup diduga telah melakukan tindak pidana perbuatan asusila (cabul) pasal 289 KUHP. Ditahan di rumah tahanan Polres Tanah Laut 20 hari dari 26 April sampai 15 Mei 2018.

Diduga Lakukan Pencabulan

Sementara,  Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Agus Rusdi Sukandar mengatakan, bahwa pasal yang disangkakan kepada pelaku Hariyadi adalah Pasal 289 KUHP, tentang perbuatan cabul yang diduga dilakukan Hariyadi.

“DImana kasus ini sudah tahap I berkas perkara sudah dikirim ke JPU sedang proses penyidikan,” ujarnya.

Kata Agus, hal ini berdasarkan fakta peristiwa pelaku, dimana upaya ancaman kekerasan diduga dilakukan Hariyadi yakni, perbuatan-perbuatan cabul. Pelaku melakukan tindakan memaksa mencium bibir dan memeluk secara paksa  korban. “Sebenarnya ada 3 orang korban yang semuanya adalah karyawan dari Hariyadi yang menduduki jabatan Pimpinan Koperasi. Tiga karyawati diberhentikan secara sepihak, karena diduga tidak melayani perbuatan cabul pelaku,” katanya.

Menurut Agus, sesuai bunyi Pasal 21 ayat (1) KUHP, bahwa kewenangan penahanan tersangka Hariyadi  dalam proses penyidikan adalah kewenangan penyidik Polri, meski belum P-21. Hal ini dengan alasan dikuatirkan tersangka akan mengulangi perbuatan, menghilangkan Barang Bukti, dan melarikan diri.

Juga pada Pasal 21 ayat (4) pidana yang diancam pidana 5 tahun lebih dan pasal melakukan ancaman dengan Pasal 289 KUHP. “Jadi alasan tersangka untuk ditahan karena itu sesuai Pasal 21 ayat (1) KUHP,” katanya.

Mengapa dalam BAP, tersangka Hariyadi disebutkan hanya melakukan cipika-cipiki tapi dimasukan ke pasal pencabulan? Kata Agus, pihaknya berdasar pada fakta- fakta perbuatan, jadi sangat berbeda dengan asumsi atau opini. |Dimana proses penyidikan perkara pencabulan Pasal 289 KUHP, kami berpedoman aturan hukum yang berlaku secara profesional dan proporsional,” katanya.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tala, Adia SH, ketika dikonformasi, mengatakan bahwa kasus dugaan pencabulan hingga kini belum P-21 atau belum sempurna. “Kasus dugaan pencabulan belum P-21,” katanya singkat.

Secara terpisah, Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Edy Suwandono mengaku belum menerima disposisi untuk menindak lanjuti surat laporan yang disampaikan kuasa hukum Hariyadi. “Saya belum menerima surat laporan dari kuasa hukum dari DHM and partner soal penanganan kasus dugaan pencabulan yang ditangani Polres Tanah Laut,” katanya ketika dikonfirmasi, Selasa (3/7).

Kata Edy, pihaknya tentu akan segera melakukan penyelidikan dan gelar perkara jika memang ada dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota terkait penanganan pemeriksaan dugaan pencabulan yang dilakukan Haryadi. “Kami pelajari dulu kasusnya seperti apa, mudah-mudahan jika memang ada disposisi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini kita langsung tangani,” katanya.

Bahkan Edy berkesempatan meminta data-data dari surat laporan dari kuasa hukum yang sudah ditujukan ke Polda Kalsel tanggal (25/6) terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Haryadi terhadap korban BA.

frz/lah

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Anggota Polda Kalsel Bangun Mess Selayar “Sapo to Ha’le” di Banjarmasin

Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Bripka Putra Andika Pratama SH MM …