Home Berita Tokoh Seni Madihin Almarhum Jhon Tralala yang Fenomenal

Tokoh Seni Madihin Almarhum Jhon Tralala yang Fenomenal

11 min read
0
0
307

Berita duka menyelimuti dunia kesenian Kalimantan Selatan atas meninggalnya budayawan dan seniman Yusran Effendi (59) alias Jhon Tralala. Seorang kolega almarhum dan pegiat kesenian asal Kota Banjarmasin, Ariel Lawang, mengatakan karier dan prestasi almarhum sosok Jhon akan selalu dikenang.

Ads by AdAsia

Menurut Ariel, karier melawak John Tralala dimulai saat almarhum membentuk grup lawak John Tralala Group pada era 1980 yang beranggotakan 3 orang pria. Salah satunya adalah anaknya, Hendra Tralala. “Sejak saat itu, grup lawak ini telah dua kali menjuarai lomba lawak tingkat nasional dan terkahir tahun 2001,” ucap Ariel ketika ditemui di kediaman mendiang, Selasa sore (26/6/2018).

Setelah menjadi ikon pelawak di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, kata Ariel, Jhon Tralala mengubah konsep lawakannya sekaligus mengenalkan budaya daerah Banjarmasin: Madihin. “Lalu mengubah konsep Madihin yang bernuansa humor,” ujarnya.

Ia mengatakan sosok John Tralala merupakan seniman Banjar yang sudah menasional. Bahkan ketika Ariel muhibah keluar daerah sepeti halnya Bali, Bandung, koleganya selalu bertanya sosok John Tralala. “Kalau kemana-mana pasti sosok beliau selalu ditanya, bahkan almarhum pernah dipergikan ke Tanah Suci oleh Presiden Soeharto,” cetusnya.

Jam terbangnya tinggi dan sering diundang tampil ke berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang John Tralala dari hasil wawancara Banjarmasinpost.co.id semasa yang bersangkutan masih hidup.

  1. Tarifnya Sekali Tampil Cukup Mahal

Sekali tampil, pemadihinan senior ini bisa mendapatkan bayaran yang tak sedikit. Bahkan tarifnya bisa untuk membeli satu sepeda motor baru. Jika warga biasa yang mengundangnya, bayarannya sekitar Rp 7,5 juta.

“Beda-beda sebenarnya kisarannya, tergantung yang punya hajat mau kasih berapa. Kalau yang mengundang orang kaya seperti bos batu bara saya pernah dapat Rp 15 juta, pernah juga di atas itu sekitar puluhan juta. Macam-macam lah,” ujarnya.

  1. Tampilkan Madihin dan Tilawah Alquran

Muridnya dan anaknya ada juga yang bisa bermadihin sepertinya dan ada juga yang bisa mengaji Alquran.

“Jadi, supaya lebih kreatif untuk menghadapi persaingan dengan pamadihinan muda, saya menawarkan paket penampilan yang tak sekadar madihin tetapi juga melawak dan melantunkan ayat-ayat Alquran. Bisa juga sambil bermadihin saya bertausiyah didampingi anak-anak dan murid-murid saya. Itu supaya menarik bagi penonton,” ungkap pria bernama asli Yusran Efendi ini, Sabtu (15/7/2017).

  1. Ajari Anak dan Murid Bermadihin

Anak-anaknya mewarisi bakatnya bermadihin, yaitu Hendra dan Yuwanda Yusnita Tralala. Yuwanda bahkan ikut berkecimpung menjadi madihin mengikuti jejak sang ayah dan bergabung bersamaJhon Tralala Grup di beberapa acara.

Selain itu, dia juga memiliki beberapa murid yang diajarinya bermadihin.

4 . Terbitkan Buku dan Rekam Kaset Tentang Madihin

Sebagai pemadihinan atau seniman madihin, John Tralala tak ingin mati tanpa meninggalkan karya apa pun yang bisa diwariskan ke generasi muda Banjar mendatang. Oleh sebab itulah dia mendokumentasikan karya-karyanya berupa syair madihin dalam bentuk kaset dan buku. Sudah ada 12 kaset dan satu buku yang dihasilkannya.

“Kalau kaset itu rekaman penampilan saya. Kalau buku isinya tentang syair madihin kocak karangan saya,” ungkapnya.

Sebelumnya, buku berjudul Syair Madihin Kocak John Tralala telah diterbitkan pada 2015 lalu oleh Taman Budaya Kalsel.

  1. Senang Belanja di Pasar Pagi

John Tralala adalah langganan tetap Pasar Pagi. Hampir tiap Minggu pagi, usai berolahraga, menyempatkan mampir ke Pasar Pagi. “Tiap minggu ke Pasar Pagi. Hitung-hitung olahraga sambil lihat kehidupan masyarakat Banjarmasin dan ya jelas sekalian belanja,” ujarnya sambil terkekeh.

Meski tergolong sebagai pesohor tak cuma di Kalsel, John Tralala rupanya tak gengsi membeli pakaian bekas di Pasar Pagi. Menurut dia, banyak pakaian-pakaian unik yang bisa didapat di pasar pagi dan jarang ada di toko-toko pakaian.

  1. Tampil di SCTV dan Indosiar

Jhon Tralala bersama anaknya Hendra Wijaya dan muridnya, Said Ardani diundang menghibur di Inbox SCTV dan D’Academy Indosiar. “Usai tampil di D’Academy Indosiar paginya saya diminta tampil di Inbox SCTV. Ini barusan saya bamidihin di Inbox,” kata Jhon Tralala yang dihuhungi di Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Selain di Inbox, lanjut dia, juga Kamis sore tampil di So .. Semprul SCTV dengan host Soimah dan kawan-kawan. “Ini kesempatan kita memperkenalkan kesenian daerah, Madihin di level nasional. Madihin tak kalah dengan kesenian daerah lainnya,” tandasnya.

  1. Menjadi Sutradara dan Pemain Teater

Dia juga tampaknya terus mencoba sesuatu yang baru. Kali ini, pria yang piawai mengocok perut penonton dengan aksi banyolannya ini merambah dunia seni akting dan sutradara. Ia main di sandiwara rakyat berjudul Saraba Santuk (Serba kena, Red).

Pentas sandirawa rakyat ini sendiri dipentaskan pada Jumat (20/6/2014) di Taman Budaya 5- jalan Brigjen Hasan Basry, Banjarmasin.

  1. Dianugerahi Penghargaan

Pernah mendapatkan Anugrah Seni dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 2016 silam.

  1. Gelar Ritual Khusus Sebelum Tampil dan Saat Memiliki Rebana Baru Sebagai Penglaris dan Pelancar Rezeki

Di balik kesuksesannya sebagai pemadihinan, ternyata dia memiliki aktivitas khusus yang diyakininya sebagai pelancar rezekinya di bidang ini.

Sebelum tampil, dia memiliki ritual khusus untuk melancarkan aktivitasnya, yaitu meminum kopi pahit atau manis.

“Itu syarat yang harus saya lakukan, diajarkan oleh almarhum kakek saya yang juga pemadihinan. Terserah saja, kopinya pahit atau manis, sama saja. Padahal saya nggak suka kopi, tetapi sebelum tampil saya harus meminumnya sedikit. Biasanya saya lakukan di rumah,” ujarnya.

Selain itu, dia rutin memandikan rebana atau terbangnya tiap tiga bulan sekali dengan air kembang. Kembangnya berupa mawar, melati dan kenanga mekar serta yang kuncup. Sambil memandikannya, dia membaca mantra khusus yang juga diajarkan oleh almarhum kakeknya.

“Termasuk saat saya memiliki terbang baru, sebelum dipakai harus dimandikan dulu. Boleh dipakai setelah dimandikan. Ini fungsinya sebagai penglaris atau ujar orang Banjar namanya pipikat,” terangnya.

  1. Pernah Dinaikkan Haji oleh Pak Harto

Puluhan tahun silam, ketenarannya sampai ke telingan mantan Presiden RI, Soeharto saat masih menjabat. Dia kemudian diundang tampil di Istana Negara dan kemudian diberi ongkos naik haji oleh Soeharto atau Pak Harto.

  1. Pernah Dikabarkan Meninggal Dunia

Pada 2015 silam, dia pernah dikabarkan meninggal dunia, namun ternyata tidak benar. Ternyata yang meninggal dunia itu adalah Bungk Kancil yang merupakan mantan anggota grup lawaknya.

  1. Dimotivasi Bermadihin Kocak oleh Yustan Azidin

Awalnya, dia tak suka bermadihin karena madihin tradisional Banjar memiliki pakem tertentu yang baginya sebagai anak muda puluhan tahun silam sangatlah membosankan. Dia kemudian pernah melihat seseorang melawak yang sangat disukainya. Dari situ, bakat melawaknya makin jadi.

Sebelum menjadi pemadihinan, dia adalah seorang pelawak yang kerap menghibur teman-temannya sekelas saat SMA.

Dia kemudian memutuskan menjadi pemadihinan dengan konsep madihin kocak karena dimotivasi oleh sahabatnya, almarhum Yustan Azidin yang juga salah satu pendiri Banjarmasin Post. Diyakininya, madihin kocak ini akan mampu menarik minat anak muda.

  1. Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Dia dilahirkan pada 13 Juni 1959 di Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan dan meninggal dunia di usia 59 tahun di RS Bhayangkara Banjarmasin pada Selasa (26/6/2018).

Dia dikabarkan meninggal dunia karena sakit jantung. Almarhum dikuburkan Rabu (27/6/2018) di alkah keluarga di Pasar Arba, Pamangkih, Kalimantan Selatan.

bpos

 

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Jaga Situasi Aman dan Kondusif, Polda Kalsel Perketat Pengamanan Mako

BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkatkan pengamanan di seluruh M…