Yayasan H Maming Bantu Beasiswa Dosen UIN Antasari Senilai Rp3 Miliar

oleh -397 views

Yayasan Haji Maming 69 (YHM) yang didirikan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming terus menggelontorkan dana sosial, salah satunya menyasar bidang pendidikan yakni, kali ini memberikan bantuan biaya beasiswa Program S2 dan Doktor (S3) di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.

Yayasan Haji Maming 69 melakukan MoU, Politeknik Batulicin dengan UIN Antasari Banjarmasin dan memberikan dua program beasiswa yakni, program S2 dan S3.

“Kami menyerahkan bantuan dana untuk beasiswa bagi calon dosen UIN Antasari sebesar Rp122 juta dan beasiswa program S3 bagi 50 dosen dengan total biaya Rp3 miliar,” tegas juru bicara YHM 69, Fahrani, usai acara MoU di Aula Rektorat UIN Antasari, Senin (16/4/2018).

Sementara Rektor UIN Antasari Mujiburahman mengaku senang mendapatkan bantuan dana beasiswa bagi para dosen di UIN Antasari. “Tentu saja agar dana beasiswa tepat sasaran, pihaknya akan selektif memberikan bantuan beasiswa S2 dan S3. Ada kriteria khusus para dosen yang akan menerimanya. Tak bisa diberikan secara serampangan, harus ada kriteria dan kualifikasinya,” katanya.

Mujib mengatakan, pihaknya selain seleksi ketat, pihaknya tak ingin ada titipan, semuanya ada standarisasinya, kriteria nilai, kesesuaian prestasi juga mutlak dimiliki calon penerima beasiswa.

Selain pemberian beasiswa, lanjut Fahrani, YHM 69 yang juga mengelola Politeknik Batulicin juga menjalin kerjasama pertukaran dosen, penelitian dan pengabdian, dengan UIN Antasari.

Hal ini dilakukan mengingat, perkembangan Politeknik Batulicin saat ini terus meningkat. Apalagi pihak yayasan dapat hibah 50 hektar lahan dari Gubernur Kalsel di kawasan Kapet Batulicin. Bahkan akhir tahun 2018, Politeknik Batulicin dikembangkan menjadi politeknik negeri dan sudah mendapatkan dana hibah Rp600 miliar dari Kementrian Prindustrian, guna keperluan membangun kampus baru.

“Politeknik Batulicin membuka program diploma pernambangan, perkapalan, manufaktur dan alat berat. Tiap tahun merekrut mahasiswa sebanyak 20  orang, sedangkan tenaga dosen dari ITB, ITS dan Unhas,” paparnya.

Pada tahun 2018 ini, pihaknya membuka jurusan baru yakni, teknologi industri pertanian, Bahkan, pihak yayasan sudah membeli peralatan pertanian moderen buatan Swiss senilai Rp100 miliar. Yang bisa memproduksi padi dengan kapasitas 10 ribu ton per  jam, alat ini terbesar dan satu-satunya di Indonesia.

Dengan alat penggillingan padi moderen yang bisa memilah secara otomatis jenis padi,, juga mampu mengolah batang padi dan sekam padi dijadikan bahan baku pembangkit listrik.

“Jad tenaga ahlinya disiapkan lewat Politeknik Batulicin, untuk mengoperasikan mesin moderen pertanian milik yayasan,” katanya.

Sebelumnya, kata Fahrani, YMH 69 tahun 2017 juga merealisasikan Program 1.000 Guru Berprestasi di Kabupaten Tanah Bumbu. Dan juga memberikan bantuan dana sebesar Rp4.893.000.000 untuk beasiswa 21 mahasiswa angkatan pertama Program S3 Ilmu Sosial yang baru diresmikan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) hasil kerja sama dengan Universitas Airlangga Surabaya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.