Home Berita Apa Saja Hasil Operasi Keselamatan Intan 2018 Ditlantas Polda Kalsel

Apa Saja Hasil Operasi Keselamatan Intan 2018 Ditlantas Polda Kalsel

7 min read
0
0
227

Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, sudah menuntaskan Operasi Keselamatan Intan yang digelar selama 21 hari sejak tanggal 5 hingga 25 Maret 2018, di Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Sebanyak . 42.717 pengendara melakukan pelanggaran, dengan 3.301 diantaranya ditilang dan 39.416 ditegur.

“Hasil Operasi Keselamatan Intan selama 21 hari, jumlah penindakan sebanyak 42.717 pengendara ditilang 3.301, sementara ditegur 39.416,” ujar Kepala Subbid Gakkum Ditlantas Polda Kalsel, Ajun Komisari Besar Afri Darmawan, Selasa (27/03/2018).

Selama pelaksanaan operasi, jumlah pelanggaran naik 6.706 perkara atau 19 persen, dibandingkan operasi tahun 2017. Pemberian tilang naik 3.301 perkara atau naik 100 persen. Pemberian teguran naik 3.405 perkara atau naik 9 persen.

 

“Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun 2017 mengalami penurunan jumlah kecelakaan sebanyak 14 kasus atau 38 persen. Jumlah korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia 7 orang atau 28 persen,” katanya.

 

Kata Afri, korban luka berat tidak mengalami perubahan tetap, korban luka ringan mengalami penurunan 9 orang atau 32 %, serta kerugian materiil mengalami penurunan Rp12 juta atau 10 persen.

Kendala pelaksanaan Operasi Keselamatan Intan  2018 yakni, kondisi jalan sempit dan  banyak badan jalan digunakan sebagai lahan parkir. Kurangnya sarana dan prasarana jalan bagi pejalan kaki seperti jembatan penyeberangan, trotoar, lampu penerangan jalan dan marka jalan. Juga banyaknya garis zebra cross yang catnya memudar sehingga jalan raya belum ramah bagi pejalan kaki.

 

“Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aturan lalu lintas, tidak patuhnya pada rambu – rambu lalu lintas, banyak yang belum mengerti pentingnya helm saat mengendarai sepeda motor dan penggunaan safety belt (sabuk

pengaman) bagi pengendara mobil, serta banyaknya mobil bak terbuka yang diguanakan untuk membawa orang.,” paparnya.

 

Selama pelaksanaan operasi, kata Afri, Satgas Operasi  Keselamatan Intan melakukan upaya diantaranya, melaksanakan deteksi dini terhadap jalur lalu lintas yang sering terjadi pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, serta jalur lalu lintas yang mengalami kerusakan.

 

Melalui kegiatan Dikmas Lantas, personel Satgas Operasi memberikan pengatahuan dan penjelasan kepada masyarakat terutama pengguna kendaraan bermotor tentang tata tertib berlalu lintas yang baik. Melaksanakan kegiatan penertiban dan pengaturan arus lalu lintas terhadap jalur – jalur yang sering mengalami kemacetan.

 

“Ditlantas Polda Kalsel, aktif melakukan kerja sama dengan media massa dan media elektronik untuk mensosialisasikan prosedur operasional standar Polisi dalam berlalu lintas yang baik dan benar terhadap para pengguna jalur jalan raya, sehingga dapat mengurangi angka kecelakan lalu lintas,” paparnya.

Menurut Afri, pelanggaran sepeda motor dengan kecepatan berlebihan ada 609 perkara, tak memakai helm 6.729 perkara, berboncengan lebih dari 1 (satu) orang 606 perkara.  Menyalip rambu 211 perkara, melawan arus 2.611 perkara, melanggar lampu lalu lintas 586 perkara.

Mengemudikan kendaraan dengan tidak wajar 1.776 perkara, tak memenuhi syarat teknis dan layak jalan 311 Perkara. Tidak menyalakan lampu utama siang/malam 5.656 perkara, Berbelok tanpa isyarat 952 perkara, berbalapan di jalan raya 297) 84 perkara.

Melanggar rambu berhenti dan parkir 1.198 perkara, melanggar marka berhenti 389 perkara, tidak mematuhi perintah petugas Polri 103 perkara. Surat-surat 3.069 perkara, kelengkapan kendaraan 2.087 perkara, lain-lain 1.853 perkara.  Jumlah 28.830 Perkara

 

Mobil dan Kendaraan Khusus, Kecepatan 400 Perkara, Safety belt 2.271 Perkara, Muatan ( over loading) 471 Perkara, Marka menerus / Rambu menyalip 62 Perkara, Melawan Arus (psl 105) 272 Perkara, Melanggar Lampu Lalu Lintas 24 Perkara,

 

Mengemudikan kendaraan dengan tidak wajar 450 Perkara, Syarat teknis dan layak jalan 155 Perkara, tidak menyalakan lampu utama malam hari 3 Perkara, Berbelok tanpa isyarat 44 Perkara, Berbalapan di jalan raya 2 Perkara, Melanggar Rambu berhenti dan parkir 718 Perkara, Melanggar marka berhenti 443 Perkara, tidak mematuhi perintah petugas Polri(psl 18 Perkara, Surat-surat 466 Perkara, Kelengkapan Kendaraan 249 Perkara, Lain-Lain 209 Perkara, Jumlah 6.257 Perkara

 

Barangbukti Yang Disita, yakni SIM 698 perkara, STNK 1.167 perkara, kendaraan 280 perkara, jumlah 2.145 perkara.  Kendaraan yang terlibat dalam pelanggaran yakni, sepeda motor 29.949 perkara, mobil penumpang 4.754 perkara, mobil bus 168 perkara, mobil barang 2.226 perkara, kendaraan khusus 87 perkara, jumlah 37.184 perkara

 

Sim Pelaku Pelanggaran, SIM A 3.639 perkara, A umum 200 perkara, BI 526 perkara, BI Umum 331 perkara, B II 164 perkara, Sim C 15.989 perkara, D  73 perkara, Sim Internasional 8 perkara, tanpa Sim 9.463 perkara total ada jumlah 30.647 perkara

 

Data kecelakaan lalu lintas, jumlah kejadian 23 perkara, korban meninggal dunia 18 orang, Korban luka berat 6 orang, korban luka ringan 19 orang, kerugian materiil Rp105.200.000. Barangbukti yang disita, SIM 14 buah, STNK 14 buah, kendaraan 34 buah, Jumlah 62 buah. Korban tabrak pejalan kaki ,korban meninggal 3 orang dan luka ringan 4 orang. Lalu, korban tabrak lari meninggal dunia 4 orang dan luka ringan 4 orang.

 

Korban akibat tertabrak sepeda motor yakni, meninggal dunia 8 orang, luka berat 4 orang, luka ringan 1 orang. Korban rertabrak mobil meninggal dunia. Serta korban  tabrak kendaraan tidak bermotor 1 orang meninggal dunia.

 

Yus/hms

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Bandara Syamsudin Noor Siap Jelang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri

Banjarbaru – Menyambut lebaran, Manajemen Angkasa Pura I siapkan Posko Pengendalian Transp…