Home Berita TNI dan Polri Makin Solid, Pilkada Serentak 2018 Melaju Tanpa Kendala

TNI dan Polri Makin Solid, Pilkada Serentak 2018 Melaju Tanpa Kendala

8 min read
0
0
84

 

Oleh ERVANSYAH ANANDATA SH MH *)

Soliditas TNI dan Polri adalah tonggak penyangga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan sekaligus harus dapat menjaga dan mewujudkan stabilitas politik demi kepentingan negara.

Bahwa politik TNI-Polri adalah politik negara, artinya semua yang dilakukan TNI-Polri hanya untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan harus taat hukum.

Apalagi memasuki tahun politik 2018, ada upaya pihak tertentu agar dua kekuatan inti negara ini ‘digoyahkan dan dibenturkan’ dengan tujuan agar pondasi negara goyah. Memaknai upaya tersebut, tampaknya TNI-Polri tak mudah tergerus dan terseret, TNI-Polri makin menyatu, solid.

Polri dan TNI yang solid menjadi salah satu kunci terciptanya suasana kondusif saat Pilkada serentak 2018 mendatang. Bahkan Presiden RI Joko Widodo dalam arahannya menyebutkan aparat keamanan harus mempersiapkan secara detil lokasi potensi rawan dalam Pilkada 2018 mendatang agar suasana terjaga.

Jadi warning Presiden RI harus jadi fokus perhatian utama TNI-Polri menjelang 2018 juga menuju 2019 betul-betul pengamanan ‘wajib dipersiapkan secara detil’. Pemetaan potensi friksi harus dimiliki 

Oleh sebab itu benar apa yang menjadi atensi presiden. Bahwa politik TNI-Polri adalah politik negara juga. Semua loyal dan setia pada negara, kepada rakyat, kepada pimpinan. Kalau jika dikerjakan dan dipatuhi tentu tidak akan ada yang berani ‘macem-macem’.

Saat ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian meningkat menjadi 4 besar atau 78%. Untuk itu pencapaian harus dipertahankan dan ditingkatkan dengan digitalisasi sistem pelayanan publik agar tidak menyulitkan masyarakat. Presiden RI memberi garis bawah, hubungan Polri dan TNI mutlak harus baik di segala jajaran, karena TNI dan Polri pilar utama negara ini. Kalau tegak dan solid NKRI kuat.

Bahkan, saat ini TNI-Polri makin mendapat kepercayaan tertinggi di masyarakat, maka jangan ada pihak-pihak lain yang ingin menarik TNI-POlri dalam politik praktis, karena hal tersebut akan menurunkan citra TNI-POlri. Untuk menjadi kuat dan tetap teguh, TNI-Polri harus solid, jangan ada pihak atau kelompok yang berusaha menarik TNI pada politik praktis..

Apalagi memasuki tahun 2018 merupakan tahun politik yang akan menggelar Pilkada serentak baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Harus terus diingatkan dalam menghadapi tahun politik, jangan ada yang berpihak kepada partai maupun calon Kepala Daerah. Prajurit TNI-Polri harus tetap netral.

Bahwa kemanunggalan TNI-POlri dengan rakyat merupakan kekuatan yang sangat besar, tidak ada satupun negara di dunia yang bisa mengalahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. TNI-POlri bersatu dengan rakyat akan menjadi kuat, sehingga negara lain tidak bisa menguasai Indonesia.

Bahwa sistem pertahanan Indonesia adalah Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta), yang berarti melibatkan seluruh elemen bangsa. Dimana wujud kepercayaan dengan tidak menyakiti hati rakyat agar tercipta hubungan yang erat guna membentuk kekuatan yang tangguh.

Disisi lain, bahwa proxy war adalah perang menggunakan orang-orang ketiga dengan cara mengadu domba. Hal ini harus dicermati jangan sampai negara kita menjadi konflik antar agama dan kelompok karena proxy war. Bangsa Indonesia sampai saat ini masih tetap utuh dan tetap bersatu, itu karena Pancasila.

Kekompakan dan kebersamaan selalu ditunjukkan oleh dua instansi kemanan yang saat ini semakin solid, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kekompakan dan kebersamaan saling mendukung itu sering ditunjukkan oleh kedua garda terdepan Indonesia ini saat melakukan pengamanan bangsa dari berbagai peristiwa, seperti saat melakukan pengamanan dalam aksi bela Islam, pemberantasan terorisme dan kelompok separatis di Papua, dalam menjaga pengamanan wilayah sekitar.

Kemesraan TNI-Polri sebelumnya juga sangat tergambar saat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengundang Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Kasad Jenderal Mulyono dan Kasal Laksmana Ade Supandi untuk menaiki pesawat Sukhoi TNI AU oleh Panglima TNI, Rabu (20/12/2017) lalu. Dalam acara itu, Kapolri turut mendapatkan Brevet Wings penerbang kehormatan TNI AU sebagai tanda solidnya TNI-Polri

Bukan saja prajuritnya yang kompak dengan personil kepolisian yang kompak saat menjalankan tugas bersama, para petinggi keamanannyapun terlihat selalu kompak dan sejalan, hal tersebut terlihat pada kebersamaan antar petinggi TNI dan Polri kemarin dalam kekhusyukan beribadah.

Seperti terlihat dalam foto yang beredar di media sosial, tampak Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mengimami shalat Ashar jajaran petinggi TNI yakni Panglima Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto.

Ibadah itu dilakukan di Kodam XII/Tanjungpura, Pontianak, saat Kapolri, Panglima TNI dan jajaran mendampingi Presiden Joko Widodo di acara Natal bersama. Adapun acara Natal bersama itu digelar di Rumah Radakng Kota Baru, Pontianak.

Dari informasi yang diperoleh, shalat bersama tersebut dilakukan usai arahan Panglima TNI dan Kapolri pada semua personel TNI-Polri dan jajaran Kodam XII/ TP dan Polda Kalbar, Kamis (29/12/2017).

Indahnya kebersamaan TNI bersama Polri dalam menjalankan tugas akan menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kuat dan ditakutkan negara lain.

*) koordinator Borneo Watch Kalimantan, dosen Ilmu Hukum

 

 

 

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Pilkada

BANJARMASIN – Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus melakukan antisipasi g…